Biografi Nadiem Karim Pengusaha Transportasi Umum Berbasis Online Go-Jek
Dalam kehidupan sehari hari transportasi
adalah hal yang tidak dapat dipisahkan untuk menunjang kebutuhan manusia baik
yang primer, sekunder ataupun tersier. Transportasi pada umumnya dibagi menjadi
dua jenis yaitu transportasi pribadi dan transportasi umum. Perbedaaanya hanya
pada penumpang yang menaiki transportasi tersebut. Setiap jenis transportasi
memiliki kelebihan dan kekuranganya masing –masing. Pada era milenial seperti
saat ini, transportasi umum di godong-godong pemerintah menjadi perhatian yang
sangat penting dilain permasalahan lainnya. Jumlah penduduk yang setiap hari
mengalami kenaikan menyebabkan masalah transportasi menjadi permasalahan yang
sangat penting.
Salah
satu contoh dari transportasi umum adalah ojek. Ojek sudah menjadi salah satu
transportasi umum yang dijadikan sebagai pilihan warga jika mempunyai urusan
terlebih penting. Ojek dinilai lebih efisien dibandingkan transportasi umum
lainnya karena selain harga lebih ekonomis ojek juga dapat melintasi jalan yang
lebih sempit dibandingkan transportasi umum lainnya. Hal ini yang menjadikan
konsumen ojek tiap harinya mengalami kenaikan. Akan tetapi, kebanyakan konsumen
dari ojek dari kalangan ekonomi menengah kebawah. Juga ojek masih sedikit
tersedia di kota-kota besar karena dianggap merupakan transportasi umum desa
atau kampong. Kebiasaan tukang ojek yang selalu mangkal di sebuah pengkalan
menyebabkan tukang ojek masih sedikit tersedia di kota-kota besar.
Namun,
faktanya permintaan akan ojek di kota-kota besar mengalami peningkatan karena
transportasi seperti angkutan umum tidak bisa melewati jalanan yang kecil.
Sebaliknya, konsumen yang membutuhkan transportasi yang dapat melewati jalanan
yang kecil menyebabkan tingkat permintaan mengalami kenaikan. Hal inilah yang
dijadikan sebagai salah satu alasan dari alasan lainnya oleh Nadiem Makarim
untuk mendirikan perusahaan transportasi umum berbasis online Go-jek.
Perusahaan Go-Jek
GO-JEK adalah
sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. Kegiatan GO-JEK
bertumpu pada 3 nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para
driver GO-JEK mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung
sebagai mitra dengan mendapatkan akses ke lebih banyak pelanggan melalui
aplikasi kami. Mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, akses
kepada lembaga keuangan dan asuransi, cicilan otomatis yang terjangkau, serta
berbagai fasilitas yang lain.
GO-JEK
telah beroperasi di 50 kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya,
Bali, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Malang,
Solo, Manado, Samarinda, Batam, Sidoarjo, Gresik, Pekanbaru, Jambi, Sukabumi,
Bandar Lampung, Padang, Pontianak, Banjarmasin, Mataram, Kediri, Probolinggo,
Pekalongan, Karawang, Madiun, Purwokerto, Cirebon, Serang, Jember, Magelang,
Tasikmalaya, Belitung, Banyuwangi, Salatiga, Garut, Bukittinggi, Pasuruan,
Tegal, Sumedang, Banda Aceh, Mojokerto, Cilacap, Purwakarta, Pematang Siantar,
dan Madura serta pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang.
Tiga pilar perusahaan Go-Jek yaitu Kecepatan Melayani dengan cepat, dan terus belajar dan berkembang dari pengalaman.
Inovasi Terus menawarkan teknologi baru untuk mempermudah hidup Anda. Dampak
Sosial Memberikan dampak positif sosial sebesar-besarnya untuk
masyarakat Indonesia. Di
awali dengan memberitahu kepada semua orang bahwa kami adalah startup asli
Indonesia dengan misi sosial. Kami ingin meningkatkan kesejahteraan sosial
dengan menciptakan efisiensi pasar.
Melalui teknologi kami berusaha menyebarkan dampak sosial
yaitu kehidupan yang lebih baik untuk driver dan keluarganya dengan
meningkatkan jumlah penghasilan mereka. Layanan utama GO-JEK sangat penting
bagi kota dengan tingkat lalu lintas yang padat seperti Jakarta dan kota
lainnya di mana kami beroperasi. GO-JEK menawarkan manfaat besar baik untuk
para pelanggan dan penyedia jasa.
GO-JEK
adalah Karya Anak Bangsa yang kali pertama lahir dengan niat baik untuk
memberikan solusi memudahkan kehidupan seharihari di tengah kemacetan
perkotaan. Kala itu pemikirannya, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan layanan
yang mudah, aman, nyaman, dan tepercaya dengan tarif jelas, sementara mitra
bisa menjadi lebih mudah dalam mendapatkan pelanggan dan meningkatkan
penghasilan. Layanan GO-JEK yang tertata ternyata cukup disukai oleh masyarakat
dan mitra, walaupun jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan sekarang.
Saat
itu, layanan yang ditawarkan GO-JEK meliputi transportasi, kurir, dan
berbelanja. Tujuan PT GO-JEK saat itu adalah meningkatkan kinerja para
pengemudi ojek. Di 2015 PT GO-JEK memutuskan untuk menyediakan layanan GO-JEK
dalam bentuk aplikasi. Sehingga GO-JEK menjadi sebuah solusi berbasis teknologi
yang memudahkan segala kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di sinilah
pertumbuhan GOJEK menjadi sangat signifikan. Ketika aplikasi GO-JEK diluncurkan
pada tahun 2015, ada tiga layanan yang ditawarkan yaitu transport, instant
courier, dan shopping. GO-JEK memiliki fitur yang berupa jasa transportasi yang
dapat dipesan secara online, dengan menggunakan GO-JEK APP (aplikasi) yang
dapat diunduh melalui smartphone atau dengan gadget yang lain, konsumen dapat
memesan GO-JEK driver untuk mengakses semua 10 layanan ini, dengan cara
memasukan alamat seseorang tersebut untuk mengetahui biaya penggunaan layanan,
lalu menggunakan layanan use my location untuk mengarahkan driver ke tempat
seseorang tersebut berada.
Biografi Pendiri Go-Jek
Dari berbagai sumber yang didapat, Nadiem
Makarim Pendiri Gojek lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Ia memiliki ayah bernama
Nono Anwar Makarim yang berasal dari Pekalongan yang berprofesi sebagai
pengacara dan ibu bernama Atika Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang
non-profit. Nadiem Makarim memiliki dua saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim
bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu. Dari
pernikahannya ini, Nadiem makarim mempunyai anak bernama Solara Franklin
Makarim.
Dan selama setahun Nadiem Makarim mengikuti
program foreign exchange di London School of Economics. Ia juga melanjutkan
studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan
menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration).Nadiem Makarim
diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey & Company sebuah
konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja
disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor
di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku.
Ide mendirikan Go-Jek Nadiem dapatkan ketika ia
berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Nadiem memang lebih sering
menggunakan jasa ojek dibanding dengan menggunakan mobil. Dari perbincangan
dengan tukang ojek langgananya, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian
besar tukang ojek menghaiskan waktu hanya untuk menunggu pelanggan yang
menghampiri, dan susah untuk mencari pelanggan. Dilain sisi kemacetan di
Jakarta makin memperburuk keadaan, maka ia berpikir sangat dibutuhkan sebuah
layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu
warga jakarta.
Hingga kemudian pada tahun 2011, Go-Jek resmi
di dirikan oleh Nadiem Makariem yang sekaligus menjabat sebagai CEO GO-Jek.
Go-Jek menawarkan kemudahan serta kecepatan kerja, GO-Jek bekerja sama dengan
para tukang ojek di bawah naungan perusahaan GO-Jek. GO-Jek menyediakan layanan
jasa transportasi, pengiriman barang atau makanan serta jasa belanja. Go-Jek
semakin lama semakin berkembang, hingga pada tahun 2014 GO-Jek mendapat
suntikan dana dari perusahaan investasi asal Singapura yaitu Northstar Group,
selain itu di tahun yang sama perusahaan Go-Jek milik Nadiem juga mendapat
suntikan dari dari 2 perusahaan lain yaitu Redmart Limited dan Zimplistic Pte
Ltd.
Semakin lama perusahaan Nadiem semakin
terkenal, hingga pada tahun 2015 Nadiem merilis aplikasi Mobile Go-Jek nya dan
menjadikan Go-Jek semakin banyak diminati oleh pelanggannya. Nadiem Makarim
memang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggannya. Dengan
aplikasi mobile, pelanggan hanya perlu memesan layanan Go-Jek dengan
menggunakan smartphone mereka. Selain itu, tarif Go-Jek didasarkan pada jarak
tempuh dan pembayarannya dapat mengunakan credit (my wallet).
Pada
awalnya Nadiem makarim hanya membawahi 20 orang tukang ojek, namun sekarang ia
sudah memiliki 10 ribu orang tukang ojek yang tersebar diberbagai wilayah
Indonesia dibawah naungan perusahaanya. Ia selalu melakukan inovasi pada
perusahaanya sehingga bisnisnya kemudian banyak diliput media yang menyebut
bahwa Go-Jek merupakan revolusi dari transportasi ojek.


Komentar
Posting Komentar